nama

nama

Jumat, 17 April 2015

KEBUDAYAAN PERANCIS




Assalamu Alaikum Warrahmatullah Wabarrakatuh

1.   Penjelasan Singkat Negara Perancis

Republik Perancis atau Perancis Nama "France" berasal dari Francia Latin, yang berarti "tanah bangsa Frank" atau "Frankland". Terdapat berbagai teori asal nama Frank. Salah satunya berasal dari kata Proto Jermanik frankon yang diartikan sebagai javelin atau lance karena kapak lempar Frank yang dikenal sebagai francisca.
Adalah sebuah negara yang teritori metropolitannya terletak di Eropa Barat dan juga memiliki berbagai pulau dan teritori seberang laut yang terletak di benua lain.Perancis Metropolitan memanjang dari Laut Mediterania hingga Selat Inggris dan Laut Utara, dan dari Rhine ke Samudera Atlantik. Orang Perancis sering menyebut Perancis  Metropolitan  sebagai  "L'Hexagone" ("Heksagon") karena bentuk geometris teritorinya. Perancis adalah sebuah republik kesatuan semi-presidensial yang tidak punya presiden. Ideologi utamanya tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.

2.   Kehidupan Masyarakat Secara Umum

Kehidupan bermasyarakat warga Perancis memiliki individualisme yang sangat tinggi, anda akan lebih dihargai jika anda mampu bersikap lebih tenang bahkan sampai ditaraf yang cenderung dingin baik dalam tindakan maupun dalan ucapan. Orang perancis cenderung menganggap sikap ramah yang terbuka sebagai hal yang tidak baik dan kurang menyenangkan.  Mereka sangat menghargai kepada kebebasan dan tanggung jawab individu masing-masing orang dan berpandangan bahwa segala sesuatu haruslah diperjuangkan sendiri, dan harus melakukan segala pekerjaannya dengan sungguh sungguh sebagai perwujudan dari perjuangan individualismenya. Patut digaris bawahi bahwa Individualisme tidaklah sama dengan mementingkan diri sendiri atau egois, namun Individualisme fokus pada tanggung jawab serta hak dan kewajiban Individu.
Perbedaan Gender baik laki laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama. Perancis tidak menekankan kepada apakah seseorang itu pria atau wanita untuk menduduki jabatan tertentu, namun lebih merujuk kepada kemampuan seseorang tersebut untuk berfikir, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang baik.
Pola makan orang perancis selalu makan menggunakan garpu dan pisau, tanpa sendok. Sendok hanya digunakan untuk minum sop. Kebanyakan orang perancis lebih menyukai daging daripada ikan. Kebiasaan orang perancis yang perlu diketahui bahwa sehabis makan selalau minum kopi. Minum kopi rata-rata dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Itulah sebabnya deretan yang paling banyak di sepanjang jalanan di paris terdapat cafe atau tempat minum.
Masyarakat Perancis saat mengucapkan salam harus diikuti dengan nama mereka, misalnya Bonjour Umar, kemudian saling berjabat tangan dan melakukan kontak mata, tak jarang diikuti oleh pelukan bahkan ciuman.

3.   Kehidupan Beragama Masyarakat Perancis
Perancis adalah sebuah negara sekuler karena kebebasan beragama adalah hak konstitusional, meskipun beberapa organisasi religius seperti Scientology, Children of God, Unification Church, dan Order of the Solar Temple dianggap sebagai pemujaan.Menurut jajak pendapat Januari 2007 oleh Catholic World News:51% orang Perancis beragama Katolik, 31% agnostik atau ateis. (Jajak pendapat lainnya memberikan ateis persentase 27%), 10% dari agama lain atau tanpa pendapat, 4% Muslim, 3% Protestan, 1% Yahudi.
Menurut Eurobarometer Poll terbaru 2005,34% warga Perancis merespon bahwa "mereka mempercayai adanya Tuhan", sementara 27% menjawab "mereka percaya terdapat suatu jenis ruh atau kekuatan hidup" dan 33% menyatakan "mereka tidak percaya adanya suatu jenis ruh, Tuhan, atau kekuatan hidup". Satu survei lain menyatakan 32% penduduk di Perancis ateis, dan 32% lainnya "meragukan adanya Tuhan tapi bukan ateis". Jumlah komunitas Yahudi di Perancis mencapai 600.000 menurut World Jewish Congress dan merupakan yang terbesar di Eropa. Perkiraan jumlah Muslim di Perancis selalu bermacam. Menurut sensus Perancis 1999, terdapat 3.7 juta orang dengan "kemungkinan kepercayaan Muslim" di Perancis (6.3% dari total populasi). Tahun 2003, Kementerian Dalam Negeri Perancis memperkirakan jumlah Muslim mencapai 5-6 juta.

4.   Kebudayaan dan Seni Masyarakat Perancis
Budaya mengacu pada penyatuan pengetahuan, pembelajaran pengalaman,, keyakinan, sikap, nilai, makna, hirarki, agama, pengertian tentang waktu, peran, hubungan spasial, konsep dunia, dan benda-benda materi dan harta benda yang diperoleh oleh sekelompok orang di perjalanan generasi melalui individu dan kelompok berusaha.
Budaya Perancis yang beragam, mencerminkan perbedaan regional serta pengaruh imigrasi terakhir. Prancis telah memainkan peran penting selama berabad-abad sebagai pusat budaya, dengan Paris sebagai pusat dunia budaya tinggi.

Budaya Perancis yaitu:

Filsafat
Perancis telah menghasilkan sejumlah besar filsuf terkemuka dalam tradisi humanis Eropa. Salah satu yang pertama adalah Montaigne, pada abad 16, seorang moralis yang diilhami yang mendirikan esai sebagai bentuk seni. Kemudian muncul Descartes, master logika, dan filsuf Pascal.
Penulis Perancis
Penulis dan intelektual tradisional menikmati prestise tinggi di Perancis. Salah satu Agustus sebagian besar lembaga Perancis adalah Academie francaise, yang 40 anggota, kebanyakan dari mereka penulis, telah diucapkan pada event nasional dan, pada kesempatan, diadakan jabatan publik.
Teater
 Tiga klasik dramawan sastra Prancis, Racine, Molière dan Corneille, hidup pada abad    ke-17. Komedi satir yang Molière kesombongan dan kelemahan dari sifat manusia. Corneille dan Racine wrote tragedi ayat mulia.
Puisi
Yang terbesar dari penyair Perancis awal adalah Ronsard, yang menulis soneta tentang alam dan cinta pada abad 16. Lamartine, seorang penyair besar dari awal abad 19, juga mengambil alam sebagai salah satu tema nya (puisinya Le Lac menyesalkan sebuah cinta yang hilang).
Sastra
Sastra Perancis dapat dilacak kembali hingga Abad Pertengahan. Perancis tidaklah memiliki bahasa yang seragam tapi terbagi menjadi beberapa dialek (terutama: dialek oïl utara, oc selatan). Setiap penulis menggunakan pengejaan dan kosakatanya sendiri. Beberapa teks pertengahan Perancis tidak ditandai seperti Tristan dan Iseult, atau Lancelot dan Cangkir Suci, di antara lainnya. Sebagian puisi dan literatur Perancis pertengahan terinspirasi oleh Permasalahan Perancis, seperti The Song of Roland dan berbagai Chansons de geste. "Roman de Renart" ditulis tahun 1175 oleh Perrout de Saint Cloude, dan menceritakan karakter pertengahan Reynard  ('Serigala'); juga merupakan contoh populer cerita Perancis.

Sumber:


Kamis, 12 Maret 2015

Perbedaan Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar




          

Assalamu Alaikum Warrahmatullah Wabarrakatuh


            Kualitas hidup dan peningkatan taraf hidup manusia sangat di pengaruhi oleh ilmu atau pun pendidikan, bagaimana bisa sangat mempengaruhi karena manusia adalah makhluk yang terus berkembang dan harus berkembang sebagai khalifah di dunia ini. Ilmu sendiri banyak diartikan sebagai cara-cara untuk melakukan pengembangan tersebut, Kata ilmu dalam bahasa Arab yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui.dengan kata lain Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia untuk meningkatkan kualitas hidup. Ilmu dapat digolongkan atau dikelompokan menjadi tiga yaitu:

     Ilmu alam
            Ilmu-ilmu alamih, yaitu: Kimia, Fisika, Biologi dan lainnya.
 
2      Ilmu Sosial  
Ilmu-ilmu sosial, yaitu: Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah dan lainnya. 
 
     Ilmu Budaya atau Ilmu Pengetahuan Humaniora (Humanities)
            Ilmu-ilmu budaya, yaitu: Agama, Seni, Sastra dan lainnya.

Bagi para mahasiswa pengelompokan ilmu diatas sudah tidak asing lagi karena ilmu tersebut sudah menjadi kuliah dasar umum bagi setiap mahasiswa dan wajib diberikan kepada semua mahasiswa yang bertujuan membentuk karakter dari masing-masing ilmu tersebut.

Dari pengelompokan ilmu tersebut saya akan membahas perbedaan dari Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, apa yang membedakan kedua ilmu tersebut.
Saya akan membedakan dua ilmu tersebut pada bagian Pengertian dan tujuan dari ilmu tersebut. 

      Pengertian 

a.      Ilmu Sosial Dasar

Adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusiadan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia pada masa kini dan masa lalu.
Ilmu Sosial dasar tidak merupakan gabungan antara ilmu-ilmu sosial yang dipadukan seperti ekonomi, sosiologi, sejarah dan lain-lain, karena memiliki metode-metode ilmiahnya sendiri-sendiri.

b.      Ilmu Budaya Dasar (Humaniora)

Adalah pengetahuan yang dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan, dengan kata lain mengkaji hakikat manusia beserta persoalan-persoalan manusiawi mereka dengan tujuan untuk meraih kualitas kehidupan yang lebih baik. Karena humaniora mempelajari tentang manusia, oleh karena itu, objek material ilmu ini sebenarnya adalah manusia itu sendiri.
Humaniora merupakan studi yang memusatkan perhatiannya pada kehidupan manusia, menekankan unsur kreativitas, kebaharuan, orisinalitas, keunikan, Humaniora berusaha mencari makna dan nilai, sehingga bersifat normatif.


2.      Tujuan

Ilmu Sosial  Dasar
a.      Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.
b.      Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
c.       Semakin aktif dalam berhubungan bermasyarakat
d.      Mewujudkan kehidupan masyarakat yang kompak, solid, bergotong royong sesuai semangat masyarakat indonesia.

Ilmu Budaya Dasar
a.    Menajamkan kesadaran terhadap lingkungan budaya, agama bertujuan untuk memudahkan  menyesuaikan diri dalam lingkungan baru.
b.    Memberikan pandangan luas tentang masalah kemanusian dan budaya serta mengembangkan daya kritis terhadap persoalan-persoalan tersebut.
c.    Menajamkan kesadaran untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan dunia luar.
d.   Semakin tajamnya kesadaran terhadap kebudayaan-kebudayaan bangsa sendiri untuk terus mengembangkan dan melestarikannya.



Dari bahasan diatas dapat kita simpulkan setiap pengolongan ilmu memiliki konsep, dan tujuan masing-masing dibuatnya ilmu tersebut, tentunya metode-metode dalam penelitian ilmu itu pun berbeda-beda.


Sumber: